Bandung – Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (FEB UNPAS) terus berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada perkembangan teknologi dan dunia usaha digital, tetapi juga mampu menjaga dan menguatkan identitas budaya lokal. Salah satu langkah kreatif yang dilakukan adalah melalui penciptaan lagu berbahasa Sunda berjudul “Ngaji, Ngabakti, Ngadigital”, sebuah karya yang menggambarkan semangat mahasiswa Bisnis Digital FEB UNPAS dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya Sunda, dan nilai-nilai keislaman.
Lagu ini hadir sebagai media komunikasi dan identitas yang merepresentasikan karakter Program Studi Bisnis Digital FEB UNPAS. Di tengah arus transformasi digital yang semakin cepat, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi, data, kecerdasan buatan, pemasaran digital, dan kewirausahaan berbasis digital, tetapi juga perlu memiliki akar budaya yang kuat serta nilai moral yang menjadi landasan dalam berkarya.

Melalui lirik yang menggunakan bahasa Sunda, lagu ini mengangkat filosofi masyarakat Pasundan yang dikenal dengan nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh. Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, humanis, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Semangat tersebut sejalan dengan visi Program Studi Bisnis Digital FEB UNPAS dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Selain menonjolkan kekayaan budaya Sunda, lagu “Ngaji, Ngabakti, Ngadigital” juga mengandung pesan keislaman yang relevan dengan kehidupan akademik dan profesional. Lirik-liriknya mengajak mahasiswa untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah, menjunjung tinggi kejujuran, serta mengembangkan teknologi dan bisnis digital untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di era ekonomi digital.
Dari sisi musikalitas, lagu ini dirancang dengan nuansa Pop Sunda Modern yang memadukan instrumen tradisional seperti kacapi, suling, dan kendang Sunda dengan sentuhan musik modern yang dekat dengan generasi muda. Pendekatan ini dipilih agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara luas tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya. Perpaduan antara tradisi dan inovasi tersebut mencerminkan karakter Bisnis Digital FEB UNPAS yang selalu berusaha menghubungkan nilai-nilai lokal dengan perkembangan global.
Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB UNPAS menyampaikan bahwa karya ini bukan sekadar lagu, melainkan simbol komitmen program studi dalam membangun generasi digital yang berkarakter. Di era ketika teknologi berkembang sangat pesat, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan menjaga nilai-nilai budaya, etika, dan spiritualitas dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
![]()
Ke depan, lagu ini akan menjadi bagian dari berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk acara penerimaan mahasiswa baru, kegiatan promosi program studi, kegiatan budaya kampus, serta berbagai konten digital yang dipublikasikan melalui media sosial dan platform digital Bisnis Digital FEB UNPAS. Kehadiran lagu ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap program studi sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas Bisnis Digital FEB UNPAS kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui karya ini, Program Studi Bisnis Digital FEB UNPAS ingin menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus menghilangkan jati diri budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk melestarikan nilai-nilai lokal dan menyebarkannya kepada generasi masa depan. Dengan semangat “Ngaji, Ngabakti, Ngadigital”, mahasiswa Bisnis Digital FEB UNPAS diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul dalam inovasi, kuat dalam karakter, serta tetap bangga terhadap budaya dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.
Kawih Ngaji, Ngabakti, Ngadigital dapat didengarkan dibawah ini: