Digital Skills Berita

Apakah Mahasiswa Masih Perlu Belajar Coding di Era AI?

05 July 2026
Oleh: Bisdigers
147 kali dibaca
Apakah Mahasiswa Masih Perlu Belajar Coding di Era AI?

ChatGPT Bisa Menulis Kode, Jadi Mengapa Harus Belajar Coding?

Sejak hadirnya ChatGPT, GitHub Copilot, Claude, Gemini, dan berbagai platform Artificial Intelligence lainnya, banyak mahasiswa mulai bertanya:

"Kalau AI bisa membuat program dalam hitungan detik, apakah saya masih perlu belajar coding?"

Pertanyaan ini sangat wajar.

Hari ini seseorang dapat membuat website, aplikasi sederhana, bahkan melakukan analisis data hanya dengan memberikan instruksi kepada AI.

Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih penting:

Apakah AI menggantikan kebutuhan belajar coding, atau justru membuat pemahaman coding menjadi lebih penting?

Jawabannya mungkin tidak seperti yang banyak orang bayangkan.


AI Mengubah Cara Coding, Bukan Menghilangkan Coding

Pada masa lalu, programmer harus menulis hampir seluruh kode secara manual.

Saat ini AI mampu:

  • Menulis kode otomatis.
  • Menemukan bug.
  • Membuat dokumentasi.
  • Menjelaskan fungsi program.
  • Menghasilkan prototipe aplikasi.

Akibatnya, produktivitas pengembang meningkat drastis.

Namun perlu dipahami bahwa AI hanyalah alat.

AI dapat membantu membuat kode, tetapi belum tentu memahami kebutuhan bisnis, tujuan pengguna, atau konteks organisasi secara utuh.

Karena itu peran manusia masih sangat dibutuhkan.


Belajar Coding Bukan Sekadar Menulis Kode

Banyak orang menganggap coding hanya soal mengetik perintah dalam bahasa pemrograman.

Padahal yang sebenarnya dipelajari adalah cara berpikir.

Ketika belajar coding, mahasiswa belajar:

  • Memecahkan masalah.
  • Berpikir logis.
  • Menyusun langkah-langkah sistematis.
  • Menganalisis kebutuhan pengguna.
  • Mendesain solusi digital.

Kemampuan tersebut tetap relevan meskipun AI semakin canggih.

Bahkan banyak perusahaan lebih menghargai kemampuan berpikir komputasional dibandingkan sekadar kemampuan menulis sintaks program.


Mengapa Mahasiswa Tetap Perlu Memahami Coding?

1. Agar Tidak Bergantung Sepenuhnya pada AI

AI bisa membuat kesalahan.

Dalam dunia teknologi, kesalahan kecil dapat menimbulkan dampak besar.

Mahasiswa yang memahami coding dapat:

  • Memeriksa hasil AI.
  • Menemukan bug.
  • Memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan.

Tanpa pemahaman dasar coding, seseorang hanya menjadi pengguna pasif teknologi.


2. Memahami Cara Kerja Teknologi Digital

Hampir semua bisnis modern menggunakan teknologi.

Mulai dari:

  • E-commerce
  • Digital Marketing
  • Financial Technology
  • Startup
  • Artificial Intelligence

Memahami coding membantu mahasiswa memahami bagaimana teknologi bekerja di balik layar.


3. Komunikasi Lebih Baik dengan Tim Teknologi

Tidak semua lulusan Bisnis Digital akan menjadi programmer.

Namun banyak yang akan bekerja bersama:

  • Software Developer
  • Data Analyst
  • AI Engineer
  • Product Manager

Pemahaman coding membuat komunikasi lintas tim menjadi lebih efektif.


4. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving

Coding melatih seseorang untuk berpikir terstruktur.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai profesi digital.

Mulai dari entrepreneur, business analyst, hingga digital strategist.


Yang Berubah: Apa yang Harus Dipelajari?

Pertanyaan yang lebih tepat bukan:

"Apakah coding masih perlu dipelajari?"

Tetapi:

"Coding seperti apa yang perlu dipelajari?"

Di era AI, mahasiswa tidak harus menghafal seluruh sintaks pemrograman.

Yang lebih penting adalah memahami:

  • Logika pemrograman.
  • Struktur data dasar.
  • Cara kerja aplikasi.
  • Integrasi AI.
  • Otomatisasi proses bisnis.

Fokus bergeser dari menulis kode sebanyak mungkin menjadi memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah.


Coding dan AI: Kombinasi yang Kuat

Mahasiswa yang mampu memanfaatkan AI sekaligus memahami coding akan memiliki keunggulan besar.

Contohnya:

AI + Coding

Membuat aplikasi lebih cepat.

AI + Data Analytics

Menghasilkan insight bisnis yang lebih akurat.

AI + Digital Marketing

Menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif.

AI + Entrepreneurship

Membangun startup dengan biaya yang lebih rendah.

Masa depan bukan tentang manusia melawan AI.

Masa depan adalah manusia yang mampu bekerja bersama AI.


Apakah Semua Mahasiswa Harus Menjadi Programmer?

Tidak.

Tidak semua mahasiswa perlu menjadi software engineer.

Namun hampir semua mahasiswa di bidang bisnis digital perlu memahami dasar-dasar teknologi.

Seperti halnya seseorang tidak harus menjadi mekanik untuk mengendarai mobil, tetapi memahami cara kerja mesin akan membuatnya lebih siap menghadapi berbagai situasi.

Demikian pula dengan coding.

Pemahaman dasar coding akan menjadi bagian dari literasi digital masa depan.


Skill yang Lebih Penting dari Sekadar Coding

Di era Artificial Intelligence, perusahaan mulai mencari kombinasi kemampuan berikut:

  • Coding Literacy
  • AI Literacy
  • Data Literacy
  • Critical Thinking
  • Creativity
  • Communication
  • Digital Storytelling
  • Problem Solving

Artinya, coding tetap penting, tetapi harus dikombinasikan dengan kemampuan lain yang lebih strategis.


Bagaimana Mahasiswa Bisnis Digital Harus Belajar Coding?

Mahasiswa Bisnis Digital tidak harus fokus menjadi programmer profesional.

Yang lebih penting adalah memahami coding sebagai alat untuk membangun solusi bisnis.

Beberapa bidang yang layak dipelajari antara lain:

Python

Untuk AI, data analytics, dan otomatisasi.

SQL

Untuk mengelola dan menganalisis data.

HTML dan CSS

Untuk memahami dasar website.

No-Code dan Low-Code Platform

Untuk membangun aplikasi dengan cepat.

Integrasi AI

Untuk menghubungkan berbagai tools berbasis Artificial Intelligence.

Pendekatan ini lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.


Masa Depan Karir: Bukan Programmer atau Bukan

Di masa lalu, pilihan karir sering dianggap sederhana:

  • Programmer
  • Non-programmer

Di era digital, batas tersebut mulai menghilang.

Seorang:

  • Business Analyst
  • Product Manager
  • Digital Marketer
  • Entrepreneur
  • Digital Transformation Strategist

akan lebih unggul jika memiliki pemahaman teknologi dan coding dasar.

Karena itu coding tidak lagi menjadi keterampilan eksklusif milik programmer.

Coding menjadi bahasa baru dalam dunia digital.


Penutup

Artificial Intelligence memang telah mengubah cara manusia menulis kode. Banyak tugas pemrograman kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan AI.

Namun hal tersebut tidak berarti mahasiswa tidak perlu belajar coding.

Justru di era AI, pemahaman coding menjadi fondasi penting untuk memahami teknologi, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dengan kecerdasan buatan secara efektif.

Yang berubah bukanlah kebutuhan akan coding, melainkan cara kita mempelajarinya.

Masa depan akan lebih berpihak kepada mereka yang mampu menggabungkan pemahaman bisnis, kreativitas, dan teknologi untuk menciptakan solusi yang memberikan nilai nyata bagi masyarakat.

Bisdigers
Tentang Penulis

Bisdigers

Penulis aktif di Program Studi Bisnis Digital UNPAS yang berkontribusi dalam menyebarkan wawasan teknologi dan inovasi bisnis.

Lihat Semua Tulisan
Bagikan:

Komentar 0

8 + 5 = ? =

Belum ada komentar di artikel ini.

Jadilah yang pertama untuk berbagi pandangan Anda!

Artikel Terkait